SMK-PP Negeri Kupang Ikut Rakortek Pendidikan Vokasi Pertanian di Bogor

      Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang mengutus Luthfi Retriansyah, S.Pd mengikuti rapat koordinasi teknis (Rakortek) Pendidikan Vokasi Pertanian tahun 2020 di Bogor, Jawa Barat. Rakortek yang berlangsung di Hotel Arch Bogor, dimulai Minggu (19/1) dan baru berakhir Selasa (21/1) hari ini.

     Luthfi Retriansyah kepala Humas SMK-PP Negeri Kupang sebagaimana dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada media ini menyebutkan, Rakortek itu dibuka Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr.

     Peserta Rakortek tersebut adalah para Direktur, Wakil Direktur, Kepala Bagian Umum dan Administrasi, Dosen, dan Guru dari 10 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan BPPSDMP Kementan RI.

Dalam sambutannya, Prof. Dedi menyampaikan, bahwa tugas utama pembangunan pertanian saat ini adalah bagaimana menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

     Karena itu, lanjut Prof. Dedi, tujuan dari Rakortek ini adalah untuk internalisasi, koordinasi, dan sinkronisasi kegiatan terkait penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian menuju World Class Institute.

     Prof. Dedi mengatakan, untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern, Kementan RI menetapkan rencana aksi pertanian tahun 2020-2024 berupa Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (5640 Kostratani), penyerapan 50 juta tenaga kerja pertanian serta penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial, swasembada pangan, dan ekspor.

     Guna mencapai rencana aksi tersebut, kata Prof Dedi, BPPSDMP melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) berkontribusi dalam mencetak SDM pertanian yang professional, mandiri, dan berdaya saing.

     Tujuannya untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani melalui penyiapan generasi muda terdidik, terlatih, kompeten, dan unggul dalam pengembangan kelembagaan pendidikan pertanian sesuai standar vokasi pertanian, dan perluasan jejaring kerjasama dengan dunia usaha, dunia industri, dan stakeholder lainnya.

     "Tanamkan program-program Kementerian Pertanian tersebut kepada seluruh pegawai, mahasiswa, dan siswa. Kalau perlu bangun tidur sudah hafal program tersebut," tegas Prof. Dedi Nursyamsi.

     Dikatakan, hasil yang diharapkan dari Rakortek ini adalah adanya kesepahaman bersama mengenai kebijakan dan kegiatan terakit implementasi pendidikan pertanian tahun 2020, dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian menuju World Class Institute. Selain itu juga terlaksananya program pendidikan pertanian tahun 2020 sesuai arah kebijakan pengembangan pendidikan pertanian.

     Terpisah, Kepala SMK-PP Negeri Kupang, Ir. Stepanus Bulu, M.P., mengharapkan PEPI, seluruh Polbangtan, dan SMK-PP agar sebaiknya mendukung program BPPSDMP melalui Pusdiktan agar benar-benar terealisir tujuan dari pendidikan vokasi pertanian.