Siswa SMK PP Negeri Kupang Antusias Praktik Budidaya Tanaman Sayuran

     Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang, program Agribisnis Tanamaan Pangan dan Hortikultura (ATPH) tampak antusias melakukan praktik budidaya tanaman sayuran.

Mereka tampak serius melakukan persemaian benih tanaman, pembuatan media tanam, dan mengisi tanah ke baby bag. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (16/1/2020) pagi.

     Humas SMK-PP Negeri Kupang dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, kegiatan ini merupakan praktikum pembelajaran Agribisnis Tanaman Sayuran. Siswi Kelas XI ATPH melakukan persemaian dengan pencampuran media berupa pupuk kandang, tanah, dan arang sekam. Sedangkan siswa putra menyiapkan media tanam dan mengisi tanah ke baby bag.

     Adapun bibit yang disemai diantaranya tanaman cabai, terung, dan tomat. Proses pembelajaran ini dipandu pengamu mata pelajaran itu, yakni Yuseffa Amilia, SP.

     Sebagaimana diketahui, SMK PP Negeri Kupang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) dengan visi mencetak siswa yang kompeten dalam bidangnya.

      Kegiatan yang berlangsung hingga siang itu tak menyurutkan para siswa melakukan praktik dalam menyiapkan media tanam, meski panas menyengat.

     Yuseffa Amilia menjelaskan, pembuatan media tanam ini merupakan langkah untuk menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas dan adaptif terhadap kondisi lingkungan tumbuhnya.

     Selain itu, lanjut Yuseffa, kegiatan praktik ini juga sebagai upaya menyiapkan para siswa untuk lebih memahami teknik kegiatan budidaya sejak awal persiapan media, persemaian, hingga pemasaran.

     "Terlebih lagi persemaian merupakan tahapan kritis dan penentu untuk mendapatkan bibit yang kokoh dan siap tanam di lapangan," ungkap Yuseffa.

     Masih menurut Yuseffa, kegiatan praktikum ini juga sebagai langkah melatih para siswa untuk teliti dan mampu menghitung daya berkecambah benih sehingga pemilihan benih yang bermutu juga merupakan faktor yang amat penting dalam proses budidaya tanaman.

     "Dengan memperhatikan daya berkecambah benih, siswa mampu menghitung kebutuhan benih di lapangan dan juga dapat dijadikan acuan dalam menganalisis hasil usaha budidaya tanaman sayuran," pungkas Yuseffa.