Tim BBPSDMP Kunjungi Petani Milenial Beras Organik binaan P4S Sama Maju Lampung Tengah

Kegiatan kunjungan pers BBPSDMP dengan menggandeng pers baik dari humas SDM, media cetak, media online, dan juga segenap 23 UPT lingkup BPPSDMP mulai dari Medan hingga Manokwari.

Kegiatan pertama yang berlangsung pada Kamis (5/3/2020) dilaksanakan di BPP Seputih Raman dan dihadiri petani milenial beras organik binaan P4S Sama Maju kecamatan Punggur yang di dampingi oleh BPP Seputih Raman, Kadis Pertanian, Kepala Camat, dan segenap Gapoktan.

Sesuai Rilis dari BBPP Kupang, Minggu (8/3) disebutkan, kegiatan dibuka oleh Ir. Krisna Rajasa selaku Kadis Pertanian Lampung Tengah. Krisna dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih nya atas bantuan dari Kementerian Pertanian baik berupa sarana seperti kantor dan perangkat kerja di dalamnya.

"Lampung Tengah siap untuk mendukung kostratani yang dalam hal ini merupakan program dari kementerian pertanian yang mana sebagai tempat berkumpulnya petugas pertanian baik itu peternakan, perikanan maupun pertanian sendiri yang kedepannya bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian di Indonesia", tuturnya.

Lampung Tengah sendiri memiliki luas lahan padi kurang lebih 7300 ha dan jagung kurang lebih 1000 ha, selain itu juga Lampung Tengah menjadi 20% penyumbang beras tingkat propinsi Lampung dan menghasilkan surplus 400 ribu ton beras setiap tahunnya.

Pada hari itu juga diadakan teleconference antara Kepala Badan BPPSDMP, Kadis Pertanian, camat, koordinator penyuluh, serta gabungan kelompok tani.

Dalam teleconference ini juga petani milenial binaan P4S diberikan kesempatan untuk menyampaikan permasalahan dan kendala yang dihadapi.

"Pada saat pemasaran ketika mulai panen harga turun drastis sehingga kerugian petani cukup signifikan", kata salah seorang petani.

Keluhan petani juga ditanggapi oleh Kepala Badan PPSDMP, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi M.Agr, dalam paparannya ia menekankan, "Adanya kostratani ini yang merupakan wadah dalam mengomandoi pembangunan pertanian di tingkat kecamatan yang dipimpin oleh camat harus mampu meningkatkan peran penyuluh pertanian yang merupakan ujung tombak dan penyampai pesan ke petani"