Ukur Bobot Badan Sapi, Siswa SMK-PP Negeri Kupang Pakai Cara Ini

Para siswa Kelas XII Program Agribisnis Ternak Ruminansia, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang melaksanakan kegiatan praktik pengukuran bobot badan sapi.

Kegiatan praktik ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Selasa (10/3/2020) dan Kamis (12/3/2020), bertempat di Instalasi Sapi Potong SMK-PP Negeri Kupang.

"Pengukuran bobot badan dilakukan dengan mengukur lingkar dada. Hasil pengukuran kemudian dihitung dengan rumus Schoorl", jelas Yusuf Mozes, S.Pt, guru pengampu mata pelajaran Agribisnis Ternak Ruminansia melalui keterangan tertulis Humas SMK-PP Negeri Kupang, Kamis (12/3).

Menurut Yusuf, dengan metode pengukuran ini, penaksiran bobot sapi dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan efisien. Pasalnya, sapi tidak perlu dinaikkan ke timbangan, bahkann tidak mengalami kesulitan saat handling sapi.

Yusuf menjelaskan, dalam kegiatan praktik tersebut, setiap siswa wajib melakukan pengukuran lingkar dada dan menghitungnya menggunakan rumus. "Jenis sapi yang diukur ialah sapi Bali", kata Yusuf.

Nanda, salah satu siswi kelas Agribisnis Ternak Ruminansia mengaku senang mengikuti praktik ini.

Menurutnya, dalam penaksiran bobot sapi ini yang perlu diperhatikan ialah handling alias penanganan sehingga sapi tidak berontak dan pengukuran dengan pita ukur berjalan dengan baik.