Cegah Covid-19, SMK-PP Negeri Kupang Berlakukan KBM secara Online

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor B.3378/TU.020/I/03/2020 bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawahnya terkait antisipasi dan pencegahan Coronavirus Disease-2019 (Covid-19).

Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang sebagai UPT di bawah BPPSDMP Kementan menindaklanjuti SE itu dengan melakukan rapat bersama unsur pimpinan sekolah.

Humas SMK-PP Negeri Kupang dalam keterangan tertulisnya kepada media ini menyebutkan, rapat yang dilaksanakan pada Selasa (17/3) pukul 08.30 Wita itu dipimpin langsung Kepala SMK-PP Negeri Kupang, Ir. Stepanus Bulu, MP. Hadir dalam rapat itu Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) dan Wakil Kepala Sekolah.

Hasil rapat, demikian Humas SMK-PP Negeri Kupang menghasilkan tujuh keputusan. Diantaranya:

1. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka ditiadakan sampai 31 Maret 2020. KBM dilaksanakan secara online.
2. Siswa-siswi tetap berada di asrama dan mengurangi kontak fisik ke luar asrama.
3. Kegiatan instalasi pagi dan sore ditiadakan dan diganti dengan olahraga serta pembersihan lingkungan.
4. Tamu dari luar dibatasi untuk masuk selama 2 minggu ke depan.
5. Detektor suhu tubuh akan ditempatkan di gerbang pos satpam, resepsionis dan asrama siswa.
6. Alat CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) diletakkan di lobi, asrama, ruang makan dan laboratorium.
7. Siswa-siswi yang sakit wajib melapor kepada pembimbing asrama.

Keputusan rapat langsung disosialisasikan kepada seluruh siswa dan pegawai SMK-PP Negeri Kupang, yang disampaikan oleh Kepala Sekolah, Ir. Stepanus Bulu, MP, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Made Dedi Agustinus, S.Pd, M.Pd., bertempat di aula Nicolas Bait.

Kepala SMK-PP Negeri Kupang, Ir. Stepanus Bulu, MP dalam sosialisasi itu meminta dan mengharapkan seluruh siswa untuk mematuhi peraturan/keputusan tersebut.

"Kita tidak hanya bertanggungjawab menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi bertanggungjawab untuk tidak menularkan Covid-19 kepada orang lain", tandas Stepanus Bulu saat menyampaikan hasil keputusan ini kepada pada siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Made Dedi Agustinus, S.Pd, M.Pd menambahkan bahwa Urusan Kesiswaan tidak segan-segan memberikan sanksi kepada para siswa yang melanggar peraturan tersebut.