Pustakawan Kementan Gencarkan Literasi Digital Pertanian Dengan Inisiasi Penggunaan INLIS Lite


Pada Rabu (14/04/2020), pustakawan Kementerian Pertanian di Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan meeting lewat aplikasi Zoom. Diketahui, meeting ini membahas literasi digital pertanian dengan penggunaan INLIS Lite di perpustakaan. Kedepannya, seluruh perpustakaan di lingkup Kementerian Pertanian akan menggunakan aplikasi INLIS Lite.

INLIS Lite sendiri merupakan software aplikasi otomasi perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI sejak tahun 2011. Dengan INLIS Lite, bisa dilaksanakan otomasi perpustakaan. Dengan begitu, koleksi perpustakaan yang berupa hardcopy bisa dikoleksi secara digital dan dibaca dari perangkat seperti komputer atau smartphone.

          Otomasi perpustakaan dinilai berperan penting dalam upaya literasi digital, khususnya untuk insan muda pertanian. Literasi digital adalah keterampilan yang wajib dimiliki oleh insan muda pertanian. Dengan kemampuan literasi digital yang baik, insan muda pertanian akan mampu memahami, menyaring dan menggunakan berbagai informasi yang tersebar di dunia digital (internet).     Keberadaan INLIS Lite tentu akan memfasilitasi insan muda dalam mengakses informasi pertanian, apalagi sekarang anak muda sangat getol menggunakan gawai.

Menurut Kepala Badan PPSDMP (Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian), Dedi Nursyamsi, sumber daya manusia merupakan aspek utama dalam pembangunan pertanian. Dedi menjelaskan, “SDM pertanian perlu digarap terlebih dahulu karena itu yang akan memperlancar dan mempercepat serta memberi kontribusi signifikan dalam pertanian Indonesia, khususnya di era Industri 4.0 ini. Salah satu caranya yaitu melalui pendidikan vokasi”

Pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian terdiri dari 7 politeknik dan 3 SMK yang tentunya juga dilengkapi dengan perpustakaan. Kehadiran perpustakaan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membentuk generasi muda pertanian yang berprestasi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, juga menyampaikan saat grand launching Museum Tanah dan Pertanian sekaligus peresmian Open Virtual Literacy Room pada Maret (3/3/20) lalu, “Perpustakaan sudah menembus bentuk-bentuk industri 4.0 yang ada, saya berharap anak-anak bisa membedakan mengolah pertanian secara tradisional dan bioteknologi”

Salah satu peserta meeting dari SMK-PP Negeri Kupang, yakni pustakawan George Andy Faah berpendapat bahwa pertemuan yang membahas literasi digital itu sangat bermanfaat. Menurutnya, SMK-PP Negeri Kupang saat ini sudah menggunakan aplikasi otomasi digital bernama SLiMS. Ia menyatakan akan beralih ke INLIS Lite dalam waktu dekat. Ia berharap kedepannya semua UPT dapat memanfaatkan aplikasi INLIS Lite sehingga dapat bersinergi dalam mewujudkan literasi digital.