Kementerian Pertanian Penuhi Kebutuhan Daging Sapi di Tengah Pandemi

 

          Sektor pertanian terus bergerak, meski Indonesia kini sedang memerangi pandemi Covid-19. Pekerja pada sektor-sektor lain mungkin mampu melaksanakan Work From Home atau WFH, tetapi pelaku pertanian mesti turun ke lapangan demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

          Hal ini seperti yang dilakukan civitas SMK-PP Negeri Kupang di instalasi ternak sapi potong. Petugas instalasi terus bekerja melaksanakan pembibitan dan penggemukan sapi potong. Jenis sapi yang dikembangkan ialah Sapi Bali. Diketahui, terdapat 22 sapi pejantan di kandang penggemukan serta 13 ekor sapi di kandang pembibitan.

          Matheus Mado, petugas instalasi penggemukan sapi potong, menyatakan bahwa rencananya sapi potong akan dijual pada bulan Juni 2020. Sapi-sapi tersebut diketahui dipelihara sejak Desember 2019.

Sapi Bali didapuk sebagai aset nasional yang tidak dimiliki oleh negara lain. Sapi Bali juga merupakan sapi lokal penyumbang utama kebutuhan daging nasional. Sapi Bali di Indonesia terdapat di beberapa provinsi, seperti Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kegiatan civitas SMK-PP Negeri Kupang ini sedikit banyak mendukung program SIKOMANDAN yang diluncurkan pada awal 2020 oleh Kementerian Pertanian. Program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) ini bertujuan meningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau di Indonesia.

“Peningkatan populasi dan produksi sapi lokal dilakukan Kementerian Pertanian untuk menekan angka dominasi impor sapi di Indonesia”, jelas Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Kepala Badan PPSDMP (Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian), Dedi Nursyamsi, menyatakan bahwa SDM Pertanian memberikan kontribusi terbesar dalam mencapai tujuan pembangunan pertanian. Karena itu, BPPSDMP Kementan melakukan regenerasi pertanian, salah satunya ialah melalui pendidikan vokasi, sehingga dapat mendukung program Kementerian Pertanian seperti SIKOMANDAN. (Aisy K.D)