NEWS UPDATE :  
SMK PERTANIAN PEMBANGUNAN NEGERI KUPANG

Berita

Calon Duta Petani Andalan Asal Lembata, Pasarkan Kemiri Hingga Ke Pulau Jawa

Demi regenerasi petani di Indonesia, Kementerian Pertanian mengukuhkan Duta Petani yang terdiri dari Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan. Duta Petani ini berasal dari seluruh daerah di Indonesia.

Salah satu calon Duta Petani Andalan ialah Muhammad Ali Leuhoe dari Kelurahan Lewoleba  Timur Kabupaten Lembata. Lelaki kelahiran Juni 1981 itu mengawali karirnya sebagai tenaga bantu penyuluh pertanian di Dinas Pertanian Kabupaten Lembata pada 2009. Kini, ia merupakan pengusaha kemiri yang sukses memasarkan produknya hingga ke Pulau Jawa.

Perjalanannya menjadi pengusaha di bidang pertanian tidaklah instan. Saat menjadi penyuluh, ia bekerja keras membina petani di wilayah binaan yang membudidayakan kacang tanah. Berkat kerja keras dan kerjasama, produksi kacang tanah meningkat hingga dipasarkan ke Sulawesi Selatan. Di masa-masa menjadi penyuluh itulah ia melihat prospek usaha di bidang pertanian, khususnya di Kabupaten Lembata. Muhammad Ali yang merupakan lulusan sarjana peternakan itu tergerak mencari komoditas potensial di Kabupaten Lembata yang belum banyak dimanfaatkan. Akhirnya pada 2016 ia memutuskan berhenti menjadi penyuluh pertanian dan menjadi petani di bidang pengolahan kemiri serta jambu mete.

Tantangan ia temui di awal usahanya. Ia mendapati kemiri dari petani di Lembata masih dihargai rendah karena kualitasnya yang rendah pula. Daging buah yang pecah saat pengupasan kemiri menjadi penyebabnya. Padahal permintaan pasar akan buah kemiri sangatlah tinggi. Ia pun berinisiatif membeli mesin pemecah cangkang kemiri dari Medan dan menggunakan metode pendinginan sehingga mempermudah pengupasan buah kemiri.

Dari bermodalkan 3 unit mesin pendingin dan 3 tenaga kerja, kini ia menggunakan 30 unit mesin pendingin dan mempekerjakan 30 orang. Dari usaha pengolahan kemiri, ia kemudian melebarkan sayap dengan usaha jambu mete, membuka toko kelontong dan usaha ekspedisi. Ia menyatakan, hingga kini masih ada masalah yang ia hadapi yakni ketiadaan mesin pengupas kulit kacang mete. Hal itu menyebabkan kacang mete dijual dengan kulit dan dihargai lebih rendah.

Ketika ditanya tim SMK-PP Negeri Kupang, Muhammad Ali mengatakan omzet usaha kemiri-nya bisa mencapai Rp 700 juta per bulan. Sementara usaha distribusi jambu mete menghasilkan omzet Rp 1,3 milyar per tahun.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan menaruh harapan besar pada Duta Petani seperti Muhammad Ali Leuhoe ini. Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menjelaskan, “Mereka diharapkan mampu menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian. Apalagi, sudah banyak petani milenial yang kini telah menjadi pengusaha sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir”

Dengan begitu, Kementerian Pertanian menargetkan penambahan 2,5 juta petani dalam setahun.  satu orang duta tani bisa menarik 10 orang lain di lingkungannya untuk menekuni usaha pertanian.

 

 

Cari Disini
PPDB ONLINE
Kontak
Alamat :

JL. Timor Raya KM. 39

Telepon :

08113863004 - 08113863004

Fax :

(0380)822262

Email :

sppnkupang@pertanian.go.id

Website :

www.smkppnkupang.sch.id

Media Sosial :
PENGUMUMAN UN
Check Our Youtube Channel!
Give us your feedback!

Bagaimanakah pelayanan di website SMK-PP Negeri Kupang?

  Sangat Memuaskan
  Memuaskan
  Cukup
  Kurang Memuaskan
  Tidak Memuaskan

  Hasil Polling
Check Our Insta!
WBS
Survei Kepuasan Masyarakat