NEWS UPDATE :  
SMK PERTANIAN PEMBANGUNAN NEGERI KUPANG

Berita

Petani Milenial asal Sikka NTT Kembangkan Irigasi Tetes

Kementerian Pertanian terus menggenjot kehadiran generasi milenial untuk membangun pertanian. Lewat para milenial inilah diharapkan muncul inovasi untuk pertanian. Tantangan ini yang dijawab petani milenial asal Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang menghadirkan inovasi dengan mengembangkan irigasi tetes.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), meminta generasi milenial pertanian untuk memanfaatkan paradigma baru dunia digital.

"Pertanian sekarang tak lagi sama dengan pertanian di masa lalu. Di era digital seperti sekarang sektor pertanian juga beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Disitulah peran serta generasi milenial. Saya percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian,” ujar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.

“Turunnya jumlah petani muda dapat menimbulkan krisis petani. Oleh karena itu, regenerasi mutlak dilakukan karena mereka paling berperan dalam pembangunan pertanian di Indonesia kedepan di era 4.0, karena mereka dipastikan melek teknologi dan cerdas. Dengan lahirnya petani-petani milenial akan mempercepat pembangunan pertanian di Indonesia,” ujar Dedi.

Salah seorang petani milenial yang turut menghadirkan inovasi adalah Yoseph Nong Yance, atau biasa disapa Yance Maring, petani milenial dari Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Yance adalah alumnus Politeknik Pertanian Negeri Kupang tahun 2015. Ia mendapatkan kesempatan untuk menggali lebih dalam ilmu irigasi tetes di Arava International Center of Agriculture Training (AICAT) Israel.

“Modal terbatas. Jatuh dan bangun, hutang sana-sini sudah saya alami. Tapi saya yakin dengan konsistensi dan kerja keras, irigasi tetes dan sistem penyiraman serta pemupukan tanaman menggunakan menggunakan teknologi Short Message Service dan Wifi ini bisa berhasil,” tutur Yance

Yance mengkisahkan, penggunaan irigasi tetes sangat hemat air dan praktis sesuai kebutuhan tanaman. Dimana, lahan kelihatan kering dari atas, tetapi di dalam basah dan titik jatuhnya air tepat pada batang dan akar, tidak melebar atau membias sehingga menekan tumbuhnya tanaman-tanaman lain yang bakal mengganggu tanaman hortikultura.

“Untuk hasil produksi sendiri bisa didapatkan cabai sebanyak 1 ton, tomat 5 ton, bawang 2 ton, dan penjualan peralatan samart farming rata-rata per bulan paket 10 hektar,” ujar Yance.

Dengan perkembangan drip irrigation system smart farming, Yance mangungkapkan bahwa membuka peluang lebar bagi Sekolah ataupun perguruan tinggi untuk belajar di tempatnya. Kegiatan tersebut bisa mulai dari Praktik kerja lapangan ataupun magang industri.

“Kami tidak hanya ingin meraup keuntungan besar, tapi kami juga ingin anak-anak NTT ini cerdas dan bisa memanfaatkan peluang dengan keterbatasan yang ada,” kata Yance.



Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Petani Milenial asal Sikka NTT Kembangkan Irigasi Tetes, https://kupang.tribunnews.com/2021/06/30/petani-milenial-asal-sikka-ntt-kembangkan-irigasi-tetes.

Cari Disini
Kontak
Alamat :

JL. Timor Raya KM. 39 Desa Kuimasi Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Provinsi NTT Kode Pos 85371

Telepon :

08113863004 - 08113863004

Fax :

(0380)822262

Email :

sppnkupang@pertanian.go.id

Website :

www.smkppnkupang.sch.id

Media Sosial :
PENGUMUMAN UN
Check Our Youtube Channel!
Give us your feedback!

Bagaimanakah pelayanan di website SMK-PP Negeri Kupang?

  Sangat Memuaskan
  Memuaskan
  Cukup
  Kurang Memuaskan
  Tidak Memuaskan

  Hasil Polling
Check Our Insta!
Survei Kepuasan Masyarakat
WBS