NEWS UPDATE :  
SMK PERTANIAN PEMBANGUNAN NEGERI KUPANG

Berita

Kementan Gelar Seminar, Motivasi NTT Jadi Pemasok Daging Sapi Bebas PMK

Saat ini, Indonesia sedang diterjang wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut PMK sebagai salah satu penyakit ternak yang paling ditakuti di dunia. Menurut data pada 23 Juni 2022, ada 19 provinsi di Indonesia yang terkena wabah PMK ini. PMK yang disebabkan oleh virus ini diketahui meluluhlantakkan perekonomian peternak di daerah tertular. Pasalnya, peternak menjual sapi dengan harga murah karena takut terkena PMK. Daging ternak yang terkena PMK pun dijual dengan harga yang sangat murah.

Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi yang belum tertular PMK dinilai memiliki peluang di tengah wabah PMK ini. Untuk itulah digelar seminar Millenial Agriculture Forum dengan judul “Peluang dan Tantangan Bisnis Peternakan di Tengah Wabah PMK”. Seminar tersebut diadakan secara daring oleh SMK-PP Negeri Kupang, unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian yang berada di Kabupaten Kupang. Acara itu digelar pada Sabtu, 25 Juni 2022 mulai pukul 09.00 WITA.

Seminar itu menghadirkan 3 pemateri yakni drh. Melki Angsar selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan NTT, drh. Annyta Detha selaku Dosen Universitas Nusa Cendana, dan Agoes Rahardjo yang merupakan pelaku bisnis Pusat Oleh-oleh Ibu Soekiran.

Dalam sambutannya, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa dunia sudah mengalami krisis pangan dengan adanya pandemi Covid-19 dan perang. Kehadiran PMK dianggap semakin memperparah krisis ini. “Dengan telah menyebarnya PMK di beberapa provinsi di Indonesia, tugas kita adalah menjaga agar PMK tidak menyebar di provinsi yang masih bersih seperti NTT”, tuturnya. Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahwa bisnis peternakan tetap menarik dengan adanya PMK, karena permintaan daging masih ada. Ia menyemangati NTT agar meningkatkan produktivitas ternak sapinya. Sebab peluang NTT dalam memenuhi kebutuhan daging sapi di Indonesia kini kian meningkat.

Hal senada juga diungkapkan oleh drh. Melki Angsar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah NTT telah berupaya mencegah PMK agar tidak menyebar di wilayah NTT. Pada 13 Mei Gubernur Provinsi NTT telah mengeluarkan surat keputusan yang melarang pemasukan sementara ternak dan produk ternak dari daerah tertular PMK. Pemerintah NTT juga telah membentuk Gugus Tugas PMK NTT.

Ia juga menjelaskan bahwa harga daging sapi di Jabodetabek kini sudah mencapai 140ribu/kg. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, NTT perlu mengatasi beberapa kendala salah satunya terbatasnya kapal laut rute Kupang-Jakarta, serta mengurangi ekspor ternak berlebihan yang akan mengurangi populasi ternak sapi di NTT.

Materi kemudian dibawakan oleh drh. Annyta Detha. Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik atau takut mengonsumsi daging ternak yang tertular PMK. Sebab daging sapi yang tertular PMK dapat dikonsumsi asal diolah dengan tepat. Daging sapi yang tertular PMK dapat dimasak di air mendidih selama 30 menit untuk memastikan inaktivasi virus PMK.

Materi terakhir dibawakan oleh Agoes Rahardjo dari Pusat Oleh-oleh Ibu Soekiran. Pusat Oleh-oleh Ibu Soekiran merupakan perintis toko oleh-oleh pertama di Kota Kupang yang berdiri sejak. Soekiran menjual aneka produk olahan daging sapi sebagai salah satu oleh-oleh khas Kota Kupang. Produk daging sapi yang diproduksi dan dijual seperti dendeng sapi, abon sapi dan se’i sapi.

Agoes menyatakan bahwa bisnis olahan daging sapi sangat menjanjikan. Pada tahun 2021 contohnya, Soekiran sudah menjual kurang lebih 950 kg produk olahan daging sapi. Agoes juga menjelaskan gambaran keuntungan bisnis ini. Sebagai contoh dendeng sapi yang diproduksi dengan modal kurang lebih 6,5 juta dapat menghasilkan keuntungan sekitar 1,2 juta.

“Jika ada PMK di NTT tentu akan berpengaruh pada pelaku usaha seperti Pusat Oleh-oleh Ibu Soekiran”, tambahnya. Ia menjelaskan bahwa selama ini Soekiran membeli bahan baku dari Rumah Pemotongan Hewan di Kota Kupang. Alasannya adalah daging sapi di RPH sudah terjamin ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Jika ada PMK, tentu akan menaikkan biaya produksi serta harga produk itu sendiri. Ia pun berharap kedepannya NTT tetap bebas dari PMK.


Cari Disini
Kontak
Alamat :

JL. Timor Raya KM. 39 Desa Kuimasi Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Provinsi NTT Kode Pos 85371

Telepon :

08113863004 - 08113863004

Fax :

(0380)822262

Email :

sppnkupang@pertanian.go.id

Website :

www.smkppnkupang.sch.id

Media Sosial :
PENGUMUMAN UN
Check Our Youtube Channel!
Check Our Insta!
Give us your feedback!

Bagaimanakah pelayanan di website SMK-PP Negeri Kupang?

  Sangat Memuaskan
  Memuaskan
  Cukup
  Kurang Memuaskan
  Tidak Memuaskan

  Hasil Polling
WBS
Survei Kepuasan Masyarakat